OK

Loading...

Sabtu, 12 November 2011

Budidaya dan Pengendalian Penyakit Tanaman Kacang Hijau


Ini adalah contoh makalah untuk siswa SMA
judul  Budidaya dan Pengendalian Penyakit Kacang hijau. Semoga bermanfaat.


BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Kacang hijau memang kalah populer dibandingkan kedelai dan kacang tanah. Ditinjau dari segi penggunaan dan produksi kacang-kacangan di Indonesia. Komoditi ini menduduki tempat  ketiga  setelah kedelai dan kacang tanah. Kurangnya perhatian petani terhadap kacang hijau dianggap memerlukan banyak tenaga kerja. Hal ini karena panen harus dilakukan secara bertahap, sebagai akibat ketidakserempakan kematangan polong. Selain itu, produksi yang dihasilkan oleh petani rendah dan peluang pasarnya lebih kecil dibandingkan kedelai. Dan juga kurangnya minat petani untuk menanam kacang hijau, akibat rendahnya permintaan pasar terhadap komoditas ini.

1.2    Tujuan
·         Mengembangkan penanaman kacang hijau agar tanaman kacang hijau hasilnya berkembang pesat
·         Agar siswa mempunyai minat menanam kacang hijau walaupun penanamannya sangat sulit dan repot
·         Siswa dapat mengidentifikasi H+P kacang hijau
·         Siswa trampil dalam mengendalikan H+P kacang hijau


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1    Morfologi Tanaman
Kacang hijau termasuk family popilionacae kacang-kacangan. Bentuk tanamannya berupa perdu sedikit berkayu. Batangnya kecil, berbulu, berwarna hijau-cokelat/kemerahan.
Kacang hijau termasuk berbunga sempurna. Bunganya berbentuk kupu-kupu berwarna kuning. Bunga ini keluar pada umur 29-40 hari. Setelah penyerbukan, bunga akan berkembang menjadi buah. Buahnya berbentuk polong yang berisi 6-16 biji. Polong ini jika matang berwarna cokelat atau hitam. Bijinya berbentuk bulat, seberat 0,5-0,8 mg berwarna hijau/cokelat kekuning-kuningan. Buah ini matang pada umur 56-100 hari tergantung dari varietasnya.
Untuk menghasilkan produksi yang tinggi, benih harus berkualitas dan berasal dari varietas unggul. Benih berkualitas adalah benih bebas dari kotorran dan hama penyakit, mempunyai daya tumbuh yang tinggi >80%. Selain itu benih tidak tercampur dengan varietas lain. Benih unggul dan berkualitas baik dapat ditanam sampai beberapa generasi, asal sifat-sifat unggulnya belum pudar.  Benih diambil dari  tanaman sehat berbuah kecil mempunyai pertumbuhan seragam. Harus dikeringkan sampai kadar air 10-15%.

2.2    Budidaya
Apabila dianalisis lebih lanjut, kacang hijau mempunyai beberapa kelebihan. Pertama, karena kacang hijau tahan kering. Kedua, varietas unggul kacang hijau mempunyai umur rendah (kurang lebih 60 hari) sehingga lahan segera dapat dapat digunakan untuk tanaman lainnya. Untuk membudidayakan tanaman ini memerlukan banyak tenaga kerja. Kacang hijau mempunyai  daya adaptasi yang luas. Di dalam daerah kering atau pada musim kemarau dimana kacang tanah dan kedelai tumbuh merana, tanaman ini masih mampu berproduksi dengan baik. Namun demikian, pada awal pertumbuhannya hingga menjelang berbunga membutuhkan kelembaban tanah yang cukup. Tanah yang ideal untuk pertumbuhan kacang hijau adalah tanah gembur yang berdrainase baik dan berPH 5,8 – 6,5.

2.3    Pengolahan
Pada prinsipnya, tanah yang gembur dan berdrainase baik amat disukai kacang hijau, karenanya pengolahan tanah sangat menguntungkan pertumbuhan kacang hijau, atas pertimbangan efesiensi, lahan yang dianggap gembur dan berdrainase baik tidak perlu diolah lagi. Tanah sawah bekas pada yang tidak terlalu keras juga tidak perlu diolah lagi. Dalam hal ini, jerami dibiarkan tetap berada dilahan. Apabila penanaman waktu hujan cukup banyak, perlu dibuat parit sebagai saluran drainase.
Lahan kering dan tanah sawah keras, pengolahan dilakukan saat tanah lembab, tetapi tidak terlalu basah. Pengolahan tanah terlalu basah bisa merusak struktur tanah, akibatnya tanah menjadi bertambah keras. Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan cara mencangkul dan membajak, lalu meratakannya. Selanjutnya, dibuat saluran draenase pada setiap jarak 5-6 m terutama bila hujan diperkirakan masih akan turun lebat.

2.4    Penanaman
Pada musim hujan jarak tanam hendaknya lebih longgar dibandingkan musim kemarau. Pada musim hujan udara menjadi lembab, sehingga merangsang serangan penyakit. Jarak tanam pada musim kemarau adalah 25x25 cm atau 30x20 cm. sedangkan jarak pada musim penghujan 40x45 cm.
Lubang tanam dibuat dengan menggunakan tugal bermata. Mata yang satu untuk memuat lubang tanam, mata yang disamping untuk lubang pupuk. Mata yang didepan untuk memberi tanda lubang tanam berikutnya. Lubang tanam dibuat sedalam 4cm. lubang puak sedalam 7-10 cm dengan jarak 5-6 cm dari lubang tanam.
Bila akan ditanam di lahan yang belum pernah ditanami kacang-kacangan, benih harus diinokulasi terlebih dahulu. Penginokulasian dilakukan dengan menggunakan legin (bakteri rizobium) caranya, legin sebanyak 10gram sesikit dibasahi lalu dicampur dengan benih secara merata. Selanjutnya benih diangin-anginkan selama 1-4 jam. Setelah itu benih dimasukkandl lubang dan ditutup dengan tanah. Pada lahan yang sudah sering ditanami kacang-kacangan, benih tidak perlu dicampur dengan legin, karena bakteri rizhobium praktis sudah ada di dalam tanah.
Jumlah benih yang dimasukkan ke dalam lubang  butir per lubang. Apabila daya tumbuh benih kurang dari 75%, sebaiknya dimasukkan 3 butir benih/lubang. Tenaga kerja yang diperlukan untuk menanam biasanya 3 orang. Satu orang memasukkan benih, satu orang lagi memasukkan pupuk buatan dan menutup lubang.

2.5    Perawatan
Apabila benih kacang hijau yang sudah ditanam ternyata tidak tumbuh, maka perlu diadakan penyulaman. Penyulaman ini dilakukan pada umur 5 – 17 hari setelah tanam, lebih dari 10 hari, tanaman hasil selaman akan sangat ketinggalan tumbuhnya dan kalah bersaing dengan tanaman lain sehingga sia-sia. Kegiatan ini dilakukan apabila lebih dari 5% lubang tanam tidak ditumbuhi tanaman secara sempurna.
Selama pertumbuhan tanaman, penyiangan dilakukan dua kali. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 2 minggu. Penyiangan kedua pada saat umur 1 bulan. Bersamaan dengan pemupukan ke dua.

2.6    Pengairan
Kebutuhan tanaman akan air harus dipenuhi. Utamanya pada saat tanaman mengalami masa pertumbuhan vegetatif. Selain itu, draenase tanah harus tetap terjaga baik. Untuk itu, perlu dilakukan pengaturan pemberian air dengan baik. Pemberian air biasanya hanya dilakukan pada kaxang hijau yang ditanam di lahan sawah irigasi. Hal ini karena waktu penanaman pada musim kemarau, sehingga tananam muda sering tidak terterpa hujan. Kacang hijau dilahan sawah tadah hujan dan lahan tegalan tidak perlu beri air, karena ditanam pada saat masih ada hujan. Pada tanaman seperti, kelembaban tanah masih mencukupi.

2.7    Pemupukan
Dosis pupuk umum yang dianjurkan adalah urea 50 – 100 kg/ha, TSP 100 kg/ha, dan KCL 50-75 kg/ha. Namun, perlu mengikuti anjuran pemupukan setempat, sesuai dengan jenis lahannya. Pupuk diberikan sxr bertahap dengan aturan sebagai berikut:
·         Setengah bagian urea + ½ bagian kcl + seluruh TSP diberikan pada saat tanam. Pupuk dimasukkan dalam lubang pupuk sejauh 5-6 cm dari lubang tanam, lalu diotutup dengan tanah.
·         Setengah bagian urea + ½ bagian kcl diberikan menjelang tanaman berbunga atau pada saat tanaman umur sebulan bersamaan dengan penyiangan kedua. Pupuk diberi ikat ke dalam parit yang dibuat sejauh 10xm dari barisan tanaman. Lalu ditutup dengan tanah.

2.8    Pengendalian Hama dan Penyakit
Beberapa jenis penyakit yang menyerang kacang hijau sama dengan yang menyerang kedelai dan kacang tanah. Tentu saja, karena ketiga jenis tanaman ini masih dalam satu keluarga. Untuk lebih jelasnya jenis hama dan penyekit berikut ciri-ciri danncara pengendaliannya dapat dilihat sebagai berikut:
Jenis hama kacang hijau dan cara pengendaliannya
No
Jenis Hama
Sifat/Bentuk
Penyerangan
Pengendalian
.1.
Lalat Kacang
Lalat berukuran 1,5cm, berwarna hitam mengkilat
·         Menyerang tanaman muda
·         Larva membuat liang gerakan pada keping biji daun dan batang
·         Bisa mengakibatkan kematian

·         Benih dimasukkan ke dalam lubang bersamaan dengan insektisida butiran seperti furadan 36.
·         Penyemprotan dengan insektisida Thiodin 35 EC/Azodin 15 wsl mulai umur  hari.
·         Rotasi tanaman
·         Tanaman serempak

2.
Penggerak Polong (Etiella Zinkmella)
Larva berukuran 575cm berwarna merah kebiruan pada waktu kecil, menjadi hijau setelah besar
·         Membuat liang pada polong
·         Memakan biji
·         Gejala bercak hitam pada kulit polong/ adanya lubang bulat
·         Bila hama banyak, penanaman kacang hijau dalam satu areal luas dihentikan selama 2 tahun.
·         Penyemprotan pestisida secara rutin dengan azarin 15 wsc, lannat cl sumithion 50ec
·         Rotasi tanaman
·         Tanaman serempak
3..
Ulat Jengkal (plusia chalcities)
Ulat berwarna hijau, berukuran 2-3 cm jalannya menjengkal. Telur menetas dalam 3 hari.
·         Memakan daun sehingga tinggal tulang-tulang daun saja
·         Memungut dan mematikan hama
·         Tanaman serentak
·         Rotasi tanaman
·         Penyemprotan pestisida dengan azodrum 15 wsc, lonnate L, Lonnate 25wp, Curacron 50ec, dimercron 50 wsc, durcon 20ec
4.
Kepik Hijau (Wezana Viricula)
Kepik berbentuk bulat berwarna hijau
·         Menyerang polong dengan mengisap isinya
·         Kulit polong menjadi bercak-bercak hitam
·         Menjadi keriput dan pahit
·         Tanam serempak
·         Rotasi tanaman
·         Penyemprotan insektisida secara rutin dengan tamaron 200 lc, dursbon 20 ec
5.
Ulat penggulung daun (lamprosema indicata)
Ulat berwarna hijau terang
Kupu-kupu kecil berwarna cokelat muda
·         Merusak tanaman dengan memakan dan menggulung daun
·         Memtik daun yang tergulung dan mematikan ulat
·         Penyemprotan secara rutin setelah adanya kupu-kupu


Jenis penyakit kacang hijau, gejala dan pengendaliannya
No
Jenis Penyakit
Penyebab
Gejala
Pengendalian
Keterangan
1.
Bercak Daun
Coscorporacentra
Bercak-bercak pada daun berwarna coklat
·         Menanam varietas tahan atau toleran
·         Memetong daun dan mebakar bagian tanaman terserang.
·         Penyemp[rotan dengan Benlohe 520/20 wp, top sin m  70 wp.
Umumnya menyerang pada iklim lembab
2.
Penyakit Sueratium
Selenatium Refli
Pada batang dan daun bagian bawah ada bercak bulat berwarna coklat kuning/putih serangan lanjutan mati
·         Mengurangi kelembaban tanah
·         Menanam varietas tahan
·         Rotasi tanaman
·         Mengubur dan mencabut tanaman terserang
Umumnya menyerang pada waktu musim hujan
3.
Kudis (Scab)
Elsinof watal
Timbul bercak-bercak lembung/cekung seperti kudis, pada batang, daun dan buah-buahan tersebut mengerut
·         Penyemprotan pestisida secara teratur Baustin 50wp, penlate, Topsin M 70 wp
·         Menanam varietas tahan/toleran
·         Tanaman tersebut dicabut dan dibakar

4.
Embun Tepung
Vidium Sp
Permukaan daun, batang dan buah tertutup oleh tepung putih, bisa menyebabkan kematian
·         Penyemprotan dengan pestisida Marshan 25 wp, nimrod 250 ec
·         Menanam varietas tahan



BAB III
PROSES PELAKSANAAN
3.1    Cara Kerja
Proses pelaksanaan pada kacang hijau ini pertama menyiapkan alat dan bahan. Alat yang digunakan adalah pisau, sedangkan bahannya adalah tanaman kacang hijau kemudian mengidentifikasi  tanaman tersebut dengan cara meneliti daunnya apakah daunnya terkena penyakit atau hama.

3.2    Waktu dan Tempat
Tempat pengidentifikasian yaitu di lahan dengan luas 10m x 10m, terletak di dusun Jatiagung Gumukmas, sedangkan waktu mengidentifikasi yaitu siang hari pukul 10.30 tanggal 27-05-2008.

BAB IV
PEMBAHASAN

Peneliti bisa mengetahui penyakit  yang ada di kacang hijau dan bisa mengendalikan penyakitnya, bisa melakukan cara-cara meneliti penyakit kacang hijau.
Ternyata gejala penyakitnya adalah bercak pada daun berwarna cokelat. Cara pengendaliannya adalah dengan menanam varietas tahan atau toleran, memotong daun dan membakar bagian tanaman yang terserang. Penyemrpotan menggunakan Benlate T20/20 wp, Topsin M70 wp. Maka oleh karena itu peneliti bisa mengetahui cara-cara meneliti yang benar.

BAB V
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dengan berakhirnya pembuatan laporan tentang hama dan penyakit pada tanaman kacang hijau, maka dapat disimpulkan bahwa:
  1. mengembangkan pengalaman tentang  hama dan penyakit kacang hijau
  2. memupuk jiwa mandiri dan disiplin dalam bertanam
  3. memupuk, sifat lebih sabar dan tekun untuk berwirausaha tanaman kacang hijau.

3.2  Saran
Bagi siswa hendaknya bisa mengetahui cara menanam can meneliti penyakit pada kacang hijau
Dan siswa dapat menyerap ilmu dan teknik yang dipelajari dan dipraktekkan.

Selasa, 11 Oktober 2011

Contoh Makalah Analisis Unsur Intrinsik Alur Cerpen Testing Tingkat SMA
Ini adalah  makalah tingkat SMA yg sedikit telah saya perbaiki. Untuk dijadikan contoh. Mohon maaf penulis tidak saya cantumkan, karena data penulis hilang/tidak saya temukan.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Alur atau plot adalah urutan kejadian (peristiwa) cerita yang dipakai oleh pengarang untuk mengantarkan cerita kepada pembaca. Alur yang baik dan menarik kebanyakan berliku-liku dan dramatis.
Dalam cerpen ada alur maju yang kronologis (urut waktu), ada alur mundur atau flashback yang menyorot balik cerita atau menulis cerita langsung ending baru balik ke masa silam. Alur juga mempunyai tahapan karena dengan tahapan itu pembaca bisa menentukan alur apa yang dipakai pengarang.
Oleh karena itu, alur merupakan unsur intrinsik yang sangat penting karena apabila alur itu bagus maka pembaca akan menikmati keindahan sastra tersebut. Melalui karya tulis ini kami mengungkap dan mengulas tentang sebuah alur dalam cerpen yang berjudul “Testing”.

1.2  Rumusan Masalah
1. Alur apa yang digunakan dalam cerpen “Tenting”?
2. Bagaimana tahapan alur dalam cerpen?

1.3  Tujuan
1. Untuk mengetahui alur yang digunakan dalam cerpen
2. Untuk memahami tahapan alur dalam cerpen

1.4    Manfaat
1.      Sebagai sumber bacaan siswa
2.      Sebagai bahan kajian tentang analisis alur dalam cerpen

1.5  Batasan Masalah
Mengingat ruang llingkup yang begitu luas dalam unsur-unsur intrinsik, maka penulis membatasi hanya membahas salah satu unsur intrinsik yaitu alur atau plot.

1.6  Metode Penelitian
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif yaitu metode penelitian non hipotesis yang hanya menggambarkan suatu data yang diperoleh dari analisis cerpen. Sedangkan sumber datanya berupa cerpen yang berjudul “Testing”.


BAB II
KAJIAN TEORI

2.1  Pengertian Cerpen
Cerpen adalah suatu cerita pendek yang berupa khayalan pengarang, termasuk kerja imajinatif artinya hanya merupakan rekayasa atau khayalan tidak sungguh-sungguh terjadi. Meskipun demikian isinya cukup logis dan punya kaitan dengan realitas sosial.
Cerpen menampilkan sebuah fragmen kehidupan yang bersifat independen, bisa berdiri sendiri, utuh, tuntas, sudah dianggap selesai, mengandung kesatuan cerita dan peristiwa yang padu.
Cerpen merupakan cerita yang habis dibaca sekali duduk, terdapat satu alur dan panjang 3-10 halaman.

2.2  Pengertian Alur
Alur adalah salah satu unsur intrinsik yang ada dalam sebuah cerpen yaitu unsur yang membangun sebuah karya sastra dari dalam. Alur merupakan urutan kejadian (peristiwa) cerita yang mempunyai hubungan kausalitas (sebab-akibat) yang dipakai oleh pengarang untuk mengantarkan cerita kepada pembaca.
Alur yang menarik adalah alur yang tidak biasa, unik, spesifik, lain dari yang lain dan dramatis.
Sedangkan tahapan alur sebagai berikut:
1.      Tahap penyituasian/Perkenalan
2.      Tahap pemunculan konflik
3.      Tahap peningkatan konflik
4.      Tahap klimaks
5.      Tahap penyelesaian



BAB III
PEMBAHASAN
3.1  Sinopsis
Dalam cerpen “Testing” diceritakan seorang murid yang mau mengakui kesalahannya. Berikut ini sinopsisnya:
Pada suatu hari Pak Imroni Lugmana sedang mengadakan testing Pendidikan Agama. Anak-anak kelihatan begitu sibuk mengerjakan soal dengan tekun dan penuh konsentrasi. Namun, beberapa saat kemudian Pak Imroni mulai curiga kepada Zenith, Metal dan Yajna. Wajah mereka menunduk dan tangan yang satu di bawah permukaan meja. Untuk membuktikan kecurigaannya, Pak Imroni berdiri dan dengan tenang berjalan berkeliling, lalu Pak Imroni melihat buku-buku catatan yang terbuka dalam laci meja Zenith, Metal dan Yajna. Tapi Pak Imroni pura-pura tidak tau.
Ketika testing usai dan semua kertas dikumpulkan, Pak Imroni bertanya apakah diantara anak-anak ada yang mencontek. Biasanya kalau mengerjakan soal tidak jujur mana mungkin mereka mengaku. Dalam hati mereka membatin alangkah konyolnya pertanyaan seperti itu. Tetapi yang terjadi sungguh diluar dugaan. Tanpa ragu-ragu, Yajna Melasti Mutmainah Maulani mengakui kesalahannya dan dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
Pak Imroni merasa terharu atas kesadaran muridnya itu dan menyruh murid-murid yang lain untuk mengikuti jejak Yajna. Lalu kelas terasa hening, anak lain membeku.  Anak-anak lain yang tadi mencontek tampak gelisah, tetapi mereka merasa gengsi, sehingga mereka tak bergeming saja mendengar anjuran Pak Imroni.
3.2    Alur dan Tahapan Alur
Dalam cerpen “Testing” menggunakan alur maju karena jalan ceritanya kronologis atau urut waktu. Hal ini jelas terlihat dari kronologis jalan cerita yang dimulai dari ulangan atau tes yang diadakan oleh P. Imroni sampai ada yang menyontek dan diakhiri pengakuan siswa yang menyontek.
Untuk menentukan alur dalam suatu cerita kita harus mengetahui tahapan alur dalam cerita tersebut. Berikut tahapannya.
1.  Tahap Penyituasian/Tahap Perkenalan, yaitu tahap yang berisi pengenalan siatuasi latar dan tokoh cerita: Hal ini bisa disimak dari saat Pak Imroni Lugmana mengadakan testing pendidikan Agama dan murid-murid begitu sibuk mengerjakan soal tersebut.
2.    Tahap pemunculan konflik yaitu tahap mulai dimunculkan peristiwa/masalah yang menyulut terjadinya konflik. Hal ini bisa dilihat dari kutipan berikut:
Beberapa menit kemudian Pak Imroni melihat Zenith, Metal dan Yajna wajahnya menunduk dan tangannya berada di bawah permukaan meja.
3.  Tahap peningkatan konfliks, yaitu konflik mulai berkembang mengarah ke klimak. Simak kutipan berikut ini:
Pak Imroni mengetahui kalau murid yang dicurigainya mencontek tapi Pak Imroni pura-pura tidak tahu.
4.      Tahap klimaks, yaitu konflik atau pertentangan mencapai titik intensitas puncak.
Hal ini dibuktikan dari kutipan berikut: Kemudian Pak Imroni mengajukan sebuah pertanyaan apakah diantara anak-anak ada yang mencontek. Biasanya anak-anak tidak akan ada yang mengaku, tetapi sungguh di luar dugaan, Yajna Melasti Mutmainah Maulani mengakui kesalahannya.
5.      Tahap penyelesaian, yaitu konflik mulai menemukan penyelesaian.
hal tersebut terungkap dari kutipan berikut: Pak Imroni merasa terharu atas kesadaran muridnya itu dan memberikan pengarahan kepada murid yang lain untuk mengikuti jejak Yajna. Kemudian kelas hening, anak lain yang mencontek tampak gelisah, tetapi mereka merasa gengsi. Jadi mereka tak bergeming mendengarkan anjuran Pak Imroni.

Jadi untuk menentukan alur suatu cerita dapat dilakukan apabila telah memahami cerita tersebut secara keseluruhan.  Selanjutnya dipilah-pilah masing-masing urutan cerita sesuai tahapan masing-masing mulai dari tahapan pengenalan atau penyituasian, tahapan konflik, tahapan klimak sampai tahapan penyelesaian.


BAB IV
PENUTUP

4.1    Kesimpulan
Cerpen yang berjudul “Testing” menggunakan alur maju sebab tahapan alurnya kronologis atau urut waktu yang terdiri dari:
6.      Tahap penyituasian/Perkenalan
7.      Tahap pemunculan konflik
8.      Tahap peningkatan konflik
9.      Tahap klimaks
10.  Tahap penyelesaian
4.2    Saran
Kami sebagai penulis berharap agar karya sastra seseorang dihargai dan dihormati, salah satunya dengan cara menganalisis unsur-unsur karya sastra, karena dengan cara tersebut seseorang akan mengetahui keunggulan dari karya sastra tersebut.






DAFTAR PUSTAKA

Farida, 2007. Bahasa Indonesia untuk SMA. Jember: Multi Mitra mandiri
Ambarwati, Sri. 2009. Kreatif Bahasa Indonesia Kelas XI. Klaten: Viva Pakarindo.