OK

Loading...

Selasa, 11 Oktober 2011

Contoh Makalah Analisis Unsur Intrinsik Alur Cerpen Testing Tingkat SMA
Ini adalah  makalah tingkat SMA yg sedikit telah saya perbaiki. Untuk dijadikan contoh. Mohon maaf penulis tidak saya cantumkan, karena data penulis hilang/tidak saya temukan.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Alur atau plot adalah urutan kejadian (peristiwa) cerita yang dipakai oleh pengarang untuk mengantarkan cerita kepada pembaca. Alur yang baik dan menarik kebanyakan berliku-liku dan dramatis.
Dalam cerpen ada alur maju yang kronologis (urut waktu), ada alur mundur atau flashback yang menyorot balik cerita atau menulis cerita langsung ending baru balik ke masa silam. Alur juga mempunyai tahapan karena dengan tahapan itu pembaca bisa menentukan alur apa yang dipakai pengarang.
Oleh karena itu, alur merupakan unsur intrinsik yang sangat penting karena apabila alur itu bagus maka pembaca akan menikmati keindahan sastra tersebut. Melalui karya tulis ini kami mengungkap dan mengulas tentang sebuah alur dalam cerpen yang berjudul “Testing”.

1.2  Rumusan Masalah
1. Alur apa yang digunakan dalam cerpen “Tenting”?
2. Bagaimana tahapan alur dalam cerpen?

1.3  Tujuan
1. Untuk mengetahui alur yang digunakan dalam cerpen
2. Untuk memahami tahapan alur dalam cerpen

1.4    Manfaat
1.      Sebagai sumber bacaan siswa
2.      Sebagai bahan kajian tentang analisis alur dalam cerpen

1.5  Batasan Masalah
Mengingat ruang llingkup yang begitu luas dalam unsur-unsur intrinsik, maka penulis membatasi hanya membahas salah satu unsur intrinsik yaitu alur atau plot.

1.6  Metode Penelitian
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif yaitu metode penelitian non hipotesis yang hanya menggambarkan suatu data yang diperoleh dari analisis cerpen. Sedangkan sumber datanya berupa cerpen yang berjudul “Testing”.


BAB II
KAJIAN TEORI

2.1  Pengertian Cerpen
Cerpen adalah suatu cerita pendek yang berupa khayalan pengarang, termasuk kerja imajinatif artinya hanya merupakan rekayasa atau khayalan tidak sungguh-sungguh terjadi. Meskipun demikian isinya cukup logis dan punya kaitan dengan realitas sosial.
Cerpen menampilkan sebuah fragmen kehidupan yang bersifat independen, bisa berdiri sendiri, utuh, tuntas, sudah dianggap selesai, mengandung kesatuan cerita dan peristiwa yang padu.
Cerpen merupakan cerita yang habis dibaca sekali duduk, terdapat satu alur dan panjang 3-10 halaman.

2.2  Pengertian Alur
Alur adalah salah satu unsur intrinsik yang ada dalam sebuah cerpen yaitu unsur yang membangun sebuah karya sastra dari dalam. Alur merupakan urutan kejadian (peristiwa) cerita yang mempunyai hubungan kausalitas (sebab-akibat) yang dipakai oleh pengarang untuk mengantarkan cerita kepada pembaca.
Alur yang menarik adalah alur yang tidak biasa, unik, spesifik, lain dari yang lain dan dramatis.
Sedangkan tahapan alur sebagai berikut:
1.      Tahap penyituasian/Perkenalan
2.      Tahap pemunculan konflik
3.      Tahap peningkatan konflik
4.      Tahap klimaks
5.      Tahap penyelesaian



BAB III
PEMBAHASAN
3.1  Sinopsis
Dalam cerpen “Testing” diceritakan seorang murid yang mau mengakui kesalahannya. Berikut ini sinopsisnya:
Pada suatu hari Pak Imroni Lugmana sedang mengadakan testing Pendidikan Agama. Anak-anak kelihatan begitu sibuk mengerjakan soal dengan tekun dan penuh konsentrasi. Namun, beberapa saat kemudian Pak Imroni mulai curiga kepada Zenith, Metal dan Yajna. Wajah mereka menunduk dan tangan yang satu di bawah permukaan meja. Untuk membuktikan kecurigaannya, Pak Imroni berdiri dan dengan tenang berjalan berkeliling, lalu Pak Imroni melihat buku-buku catatan yang terbuka dalam laci meja Zenith, Metal dan Yajna. Tapi Pak Imroni pura-pura tidak tau.
Ketika testing usai dan semua kertas dikumpulkan, Pak Imroni bertanya apakah diantara anak-anak ada yang mencontek. Biasanya kalau mengerjakan soal tidak jujur mana mungkin mereka mengaku. Dalam hati mereka membatin alangkah konyolnya pertanyaan seperti itu. Tetapi yang terjadi sungguh diluar dugaan. Tanpa ragu-ragu, Yajna Melasti Mutmainah Maulani mengakui kesalahannya dan dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
Pak Imroni merasa terharu atas kesadaran muridnya itu dan menyruh murid-murid yang lain untuk mengikuti jejak Yajna. Lalu kelas terasa hening, anak lain membeku.  Anak-anak lain yang tadi mencontek tampak gelisah, tetapi mereka merasa gengsi, sehingga mereka tak bergeming saja mendengar anjuran Pak Imroni.
3.2    Alur dan Tahapan Alur
Dalam cerpen “Testing” menggunakan alur maju karena jalan ceritanya kronologis atau urut waktu. Hal ini jelas terlihat dari kronologis jalan cerita yang dimulai dari ulangan atau tes yang diadakan oleh P. Imroni sampai ada yang menyontek dan diakhiri pengakuan siswa yang menyontek.
Untuk menentukan alur dalam suatu cerita kita harus mengetahui tahapan alur dalam cerita tersebut. Berikut tahapannya.
1.  Tahap Penyituasian/Tahap Perkenalan, yaitu tahap yang berisi pengenalan siatuasi latar dan tokoh cerita: Hal ini bisa disimak dari saat Pak Imroni Lugmana mengadakan testing pendidikan Agama dan murid-murid begitu sibuk mengerjakan soal tersebut.
2.    Tahap pemunculan konflik yaitu tahap mulai dimunculkan peristiwa/masalah yang menyulut terjadinya konflik. Hal ini bisa dilihat dari kutipan berikut:
Beberapa menit kemudian Pak Imroni melihat Zenith, Metal dan Yajna wajahnya menunduk dan tangannya berada di bawah permukaan meja.
3.  Tahap peningkatan konfliks, yaitu konflik mulai berkembang mengarah ke klimak. Simak kutipan berikut ini:
Pak Imroni mengetahui kalau murid yang dicurigainya mencontek tapi Pak Imroni pura-pura tidak tahu.
4.      Tahap klimaks, yaitu konflik atau pertentangan mencapai titik intensitas puncak.
Hal ini dibuktikan dari kutipan berikut: Kemudian Pak Imroni mengajukan sebuah pertanyaan apakah diantara anak-anak ada yang mencontek. Biasanya anak-anak tidak akan ada yang mengaku, tetapi sungguh di luar dugaan, Yajna Melasti Mutmainah Maulani mengakui kesalahannya.
5.      Tahap penyelesaian, yaitu konflik mulai menemukan penyelesaian.
hal tersebut terungkap dari kutipan berikut: Pak Imroni merasa terharu atas kesadaran muridnya itu dan memberikan pengarahan kepada murid yang lain untuk mengikuti jejak Yajna. Kemudian kelas hening, anak lain yang mencontek tampak gelisah, tetapi mereka merasa gengsi. Jadi mereka tak bergeming mendengarkan anjuran Pak Imroni.

Jadi untuk menentukan alur suatu cerita dapat dilakukan apabila telah memahami cerita tersebut secara keseluruhan.  Selanjutnya dipilah-pilah masing-masing urutan cerita sesuai tahapan masing-masing mulai dari tahapan pengenalan atau penyituasian, tahapan konflik, tahapan klimak sampai tahapan penyelesaian.


BAB IV
PENUTUP

4.1    Kesimpulan
Cerpen yang berjudul “Testing” menggunakan alur maju sebab tahapan alurnya kronologis atau urut waktu yang terdiri dari:
6.      Tahap penyituasian/Perkenalan
7.      Tahap pemunculan konflik
8.      Tahap peningkatan konflik
9.      Tahap klimaks
10.  Tahap penyelesaian
4.2    Saran
Kami sebagai penulis berharap agar karya sastra seseorang dihargai dan dihormati, salah satunya dengan cara menganalisis unsur-unsur karya sastra, karena dengan cara tersebut seseorang akan mengetahui keunggulan dari karya sastra tersebut.






DAFTAR PUSTAKA

Farida, 2007. Bahasa Indonesia untuk SMA. Jember: Multi Mitra mandiri
Ambarwati, Sri. 2009. Kreatif Bahasa Indonesia Kelas XI. Klaten: Viva Pakarindo.





2 komentar: